intermitern fasting
Intermittent Fasting atau IF adalah metode pengaturan pola makan dengan membatasi waktu makan tanpa mengurangi jenis makanan secara ekstrem.
Intermittent Fasting (IF) menjadi salah satu metode diet paling populer beberapa tahun terakhir. Tidak seperti diet yang membatasi jenis makanan tertentu, IF berfokus pada kapan seseorang makan, bukan apa yang dimakan. Pola ini cocok untuk banyak orang karena fleksibel, mudah diikuti, dan memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Apa Itu Intermittent Fasting?
Intermittent Fasting adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan puasa secara berkala. Selama periode puasa, tubuh tidak menerima kalori sehingga terjadi perubahan hormon dan proses metabolik yang membantu pembakaran lemak.
Saat tubuh tidak mendapat asupan makanan, kadar insulin menurun, sehingga memudahkan proses pembakaran lemak. Selain itu, IF juga memicu proses autophagy di mana sel-sel tubuh memperbaiki diri dan membuang sel rusak. Inilah salah satu alasan IF dianggap bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang.
Jenis-Jenis IF
Ada berbagai metode IF yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.
1. Metode 16/8
Metode paling populer. Kamu berpuasa 16 jam dan memiliki waktu makan 8 jam. Contoh: makan hanya antara pukul 12.00–20.00.
2. Metode 14/10
Mirip 16/8, tetapi lebih ringan. Cocok untuk pemula yang baru mulai membiasakan diri.
3. Metode 5:2
Dalam seminggu, kamu makan seperti biasa selama 5 hari dan membatasi kalori (500–600 kalori) selama 2 hari lainnya.
4. Eat-Stop-Eat
Puasa penuh selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu. Metode ini lebih ekstrem dan tidak cocok untuk semua orang.
Manfaat Intermittent Fasting
IF terbukti memberi beragam manfaat kesehatan.
Membantu Menurunkan Berat Badan
Dengan mengurangi waktu makan, otomatis asupan kalori menurun. Ditambah peningkatan pembakaran lemak, IF efektif membantu menurunkan berat badan.
Mengontrol Gula Darah
Puasa dalam IF membantu menurunkan kadar insulin dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga baik untuk mencegah diabetes tipe 2.
Meningkatkan Kesehatan Jantung
IF dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL), tekanan darah, dan peradangan, yang semuanya berkontribusi pada kesehatan jantung.
Mendukung Kesehatan Otak
Pola puasa berkala dipercaya meningkatkan fungsi otak dan dapat melindungi dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer.
Tips Memulai Intermittent Fasting
Agar sukses menjalankan IF, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Mulai Secara Bertahap
Jika belum terbiasa, kamu bisa memulai dari 12/12 atau 14/10 sebelum naik ke 16/8.
Tetap Penuhi Nutrisi Saat Waktu Makan
Meski tidak membatasi jenis makanan, pilih makanan sehat dan seimbang seperti protein, sayur, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks.
Minum Air Putih yang Cukup
Selama periode puasa, tetap diperbolehkan minum air putih, teh tanpa gula, atau kopi hitam untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Konsisten dan Dengarkan Tubuh
Jika merasa terlalu lelah atau pusing, sesuaikan kembali jadwal puasa. Setiap orang punya kondisi tubuh yang berbeda.
Kesimpulan
Intermittent Fasting adalah pola makan fleksibel yang tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga memberi berbagai manfaat kesehatan lainnya. Dengan metode yang beragam, IF bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup. Kunci keberhasilannya adalah konsistensi dan memilih pola yang nyaman bagi tubuh.
